Home » berita Umat » Dharmashanti Nyepi Saka 1941

Dharmashanti Nyepi Saka 1941

Penyerahan Cinderamata kepada para Undangan

Bertempat di Restoran Kak Dadut, kawasan Pura Agung Amerta Bhuana di Sei Ladi Batam, Minggu 24 Maret 2019. Umat Hindu Kepri, khususnya yang tinggal di Batam dan sekitarnya mengadakan acara Dharmashanti yang merupakan puncak perayaan hari Raya Nyepi tahun 2019 atau Saka 1941.
Rangkaian hari Raya Nyepi, diantaranya Melasti telah dilaksanakan hari Minggu 3 Maret 2019 ke Dam Sei Ladi. Acara tersebut dilaksanakan pada sore hari sekitar jam 4 sore. Memiliki makna bahwa kita memohon Tirta Amerta ke tempat-tempat sumber air untuk memohon anugerah kehidupan yang lebih baik sebagai penyucian Bhuana Agung dan Bhuana Alit, dan bersyukur bahwa meskipun kemarau, Batam tidak pernah kekurangan air.
Kemudian pada Rabu 6 Maret 2019 diadakan acara Pengerupukan dan Tawur kesanga serta diikuti dengan Pawai seni Budaya Ogoh-Ogoh. Tawur Kesange ini dilaksanakan dipelataran parkir Pura Agung mulai pukul 4 sore dan dilanjutkan dengan Pawai sekitar jam 6 sore mulai dari halaman parkir menuju simpang lampu merah UIB dan kembali lagi ke Parkiran Pura Agung. Ada 2 buah ogoh-ogoh yang disiapkan panitia, satu berupa laba-laba berkepala manusia “Pemurtian Bhagawab Lumanglang” dan satu lagi ogoh-ogoh raksasa. Kedua ogoh-ogoh ini kemudian dibakar disamping Parkiran.
Keesokan harinya tanggal 7 Maret 2019 adalah hari raya Nyepi dimana umat hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian baik dirumah masing-masing ataupun di Pura Agung.
Rangkaian acara Nyepi tersebut di laporkan saat Dharmashanti oleh Ketua Panitia Dr. Drs. I Wayan Catrayasa, M.M. Tahun ini adalah tahun politik dmana pemilu pilpres, pileg pusat maupun daerah dilaksnakan 17 april 2019 sehingga tema dari pelaksanaan Dharma Santi kali ini adalah Melalui perayaan Nyepi Saka 1941 mari kita Sukseskan Pemilu 2019. Hadir pada kesepatan itu angggota DPR RI, Bpk Nyat Kadir, Anggota DPD RI Bpk Haripinto Tanuwidjaya. Hadir juga di tengah – tengah Umat Hindu Gubernur Provinisi Kepulauan Riau, Bapak. H. Nurdin Basirun, kemudian perwakilan Kapolda Kepri, Polresta Barelang, Asisten Walikota Batam, Pembimas Hindu, Pembimas Katholik, Pembimas Kristen pada Kanwil Kemenag Kepri, Kepala Kan Kemenag Kabupaten Kepulauan Anambas, Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kab. Karimun dan undangan lainnya yang tidak dapat disebut satu per satu.
Gubernur Kepulauan Riau dalam kata sambutannya kepada segenap tamu undangan dan umat Hindu yang hadir menyatakan bahwa kita harus bangga menjadi bangsa yang besar yang penuh keberagaman, kebudayaan dan tradisi. Keberagaman ini menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Kota Batam pada khususnya menjadi salah satu miniatur Indonesia karena beragam suku, budaya ada di kota Batam. Umat Hindu di Kota Batam diajak untuk ikut membangun pariwisata budaya di Kota Batam. Apa yang ada di Bali bisa dikembangkan di Kota Batam seperti pertunjukkan seni tari, kuliner khas Bali dan lainnya. Jika Batam maju dalam hal pariwisata maka kita akan menjadi daerah yang maju. Terakhir Gubernur mengajak umat Hindu untuk tetap menjaga kerukunan menjelang Pemilu 2019, Beliau juga mengajak umat Hindu di Kepulauan Riau untuk mensukseskan Pemilu damai 2019.
Ir I Wayan Jasmin selaku Ketua parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Kepulauan Riau dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Kepulauan Riau yang telah membina dan melindungi umat Hindu di Kota Batam pada khususnya dan di Kepulauan Riau pada umumnya. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya kegiatan Dharma Santi ini baik materi, tenaga dan pikiran. Di masa depan hal semacam ini akan terus ditingkatkan kualitasnya untuk memupuk semangat persatuan umat Hindu.
Acara hiburan diisi dengan penampilan Sekeha Tabuh anak-anak Pasraman yang dipimpin oleh Gde Nendra Dyaneswara. Tari Nusantara yang dibawakan oleh siswa siswi Pasraman dengan menampilkan tarian daerah indoneisa dari Sabang sampai Merauke. Tari ini ditata apik oleh koreografer GA Putri Laksmi, S.E sehingga mendapat sambutan dan apresiasi yang sangat meriah dari penonton. Tak kalah menariknya juga ditampilkan Bondres yang dialognya dirancang oleh Jro Mangku Putu Satriayasa dengan membawakan pesan-pesan Pemilu sehingga sesekali para undangan bertepuk tangan mungkin ada yang merasa tersentil. Bondres ini diiringi oleh gamelan bali Sekehe Tabuh Bhuana Gita yang dipimpin oleh Nyoman Arsana. Joged Bumbung yaitu Tari Pergaulan dengan mengajak para tamu undangan untuk ikut menari mengakhiri acara kesenian.
Acara berakhir pada pukul 22.30 dengan penyerahan cindera mata kepada tamu undangan dan foto bersama. (eko/igst2019)