Home » berita Umat » Kepri Sabet Juara 3 Pemilihan Keluarga Sukhinah Nasional 2019

Kepri Sabet Juara 3 Pemilihan Keluarga Sukhinah Nasional 2019

Bertempat di Hotel Marc Hotel Passer Baroe, Jakarta Pusat pada tanggal 30 Oktober sampai dengan 1 November 2019, Ditjen Bimas Hindu menyelenggarakan Kegiatan Pemilihan Keluarga Sukhinah Teladan Tingkat Nasional Tahun 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 66 peserta yang berasal dari 33 Provinsi di Indonesia. Utusan Provinsi Kepulauan Riau berasal dari Kota Batam yang diwakili oleh I Gusti Ngurah Anom Gunawan dan I Gusti Ayu Putri Laksmi.
Narasumber dari kegiatan ini berasal dari Ditjen Bimas Hindu, Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, WHDI Pusat dan Badan Penyiaran Hindu.
Seleksi pemilihan Keluarga Sukinah ini dilaksanakan dengan melalui beberapa tahapan seleksi mulai dari ujian tertulis di hari pertama, Kamis 31 Okt, test wawancara pada Hari Jumat, penilaian Dharma Wacana/ceramah keagamaan Hindu.
Dewan juri yang beranggotakan I Nengah Dana, Anak Agung Ketut Diatmika, Ketut Parwata dan Tiwi Susanti telah berhasil menentukan perwakilan provinsi yang layak menjadi pemenang dari 33 Provinsi di seluruh Indonesia. Adapun Juara Pemilihan Keluarga Sukhinah teladan Tingjat Nasional Tahun 2019 yaitu;
1. Juara-1 dari Provinsi Bali
2. Juara-2 dari Provinsi Jawa Tengah
3. Juara-3 dari Provinsi Kepulauan Riau
4. Harapan-1 dari Provinsi Sulawesi Tengah
5. Harapan-2 dari Nusa Tenggara Barat
6. Harapan-3 dari Kalimantan Barat
Dari Kepri diwakili oleh I Gusti Ngurah Anom Gunawan dan I Gusti Ayu Putri Laksmi. Orang tua dua anak ini telah berhasil mengharumkan nama Kepri di Kancah Nasional. Dalam Organisasi Keagamaan Anom Gunawan adalah Pengurus Harian Parisada Kepri, dan Putri Laksmi adalah pengurus WHDI Kepri. Pasangan ini sudah terbiasa tampil mewakili umat Hindu dalam kegiatan-kegiatan lintas agama. Dalam kesehariannya Anom Gunawan adalah seorang pengusaha sukses sebagai seorang Arsitek Bangunan. Termasuk keseluruhan bangunan yang ada di lokasi Pura Agung Amerta Bhuana Batam adalah hasil kerja beliau merancang gambar bangunan.
Menurut Anom Gunawan dan Putri Laksmi, kunci keberhasilan dari Lomba ini adalah kerja keras, ketulusan dan inovasi. Keberhasilan mendidik putra putri kita juga menentukan, di samping penguasaan teori keagamaan, wawasan umum, wawasan kebangsaan, dan keaktifan kita di organisasi Hindu, dan di masyarakat dalam pembinaan umat Hindu. Semua berkas penilaian keluarga sukhinah ini harus kita persiapkan jauh hari sebelumnya.
Anom Gunawan berharap generasi muda Hindu untuk mempersiapkan pembentukan keluarga sukhinah sejak dini. Kita harus mampu menjadi role model dan inspirasi minimal bagi anak – anak kita, baru kepada masyarakat. Terakhir Anom Gunawan mengatakan bahwa keberhasilan ini berkat doa dan dukungan Masyarakat Hindu Kota Batam pada khususnya dan Kepri pada umumnya. Anom Gunawan dan Putri Laksmi berharap Bimas Hindu berasama Lembaga Hindu senantiasa aktif memberikan pembinaan khususnya kepada pasangan muda yang memasuki jenjang masa Grhasta asrama atau masa berumah tangga.
I Wayan Budha seusai memberikan tropi dan uang pembinaan kepada pemenang mengatakan bahwa para pemenang harus mampu menjadi agen perubahan, agen perdamaian untuk mewujudkan generasi emas tahun 2045. Para peserta yg berhasil harus mampu menciptakan suasan, dinamika umat Hindu di tengah keberagaman. Kerukunan intern umat Hindu dan antar umat beragama di daerah harus tetap terjaga. Dan ini menjadi salah satu tugas baik yang menang atau yg belum menang. Semua adalah pemenang, juara hanyalah bonus dari kerja keras kita. Tugas yang lebih utama dan mulia sudah menanti Bapak Ibu semuanya, tegas Wayan Budha di akhir acara.
Penyelenggara Hindu diwawancarai secara terpisah menyatakan bahwa raihan prestasi ini sangat membanggakan dan mengulang prestasi yang sama pada tahun 2016, di mana Kepri berhasil meraih juara 2, di mana yang diutus adalah I Wayan Catra Yasa dan Ni Made Artini. Tetapi menurit Eko ini bukan akhir dari perlombaan. Tugas selanjutnya dari pemenang lomba ini adalah memberi pembinaan, motivasi kepada kekuarga Hindu di Batam pada khususnya dan Kepri pada umumnya. Di samping itu pemenang harus menjadi teladan bagi keluarga keluarga Hindu yang lainnya. Perlu ada kaderisasi berjenjang dari tingkat Kota Batam, Tingkat Kepri dan selanjutnya pendalaman pemahaman mewujudkan keluarga sukhinah. Agar di tahun 2020 nanti kepri berhasil kembali meraih juara dan meningkat prestasinya.
Penulis : Eko Prasetyo/ Editor : Gusti