Home » berita Umat » Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka1941 (7 Maret 2019)

Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka1941 (7 Maret 2019)

Gotong royong membuat ogoh-ogoh

Memperhatikan surat edaran Parisada Pusat tertanggal 31 Januari 2019 tentang Kegiatan Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1941 di seluruh provinsi di Indonesia, yang mengambil tema “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019”. Tema ini berhubungan dengan tahun politik dimana akan dilangsungkan pemilu serentak, legislative dan Pilpres.
Adapun kegiatan Perayaan Nyepi ini meliputi kegiatan yang bersifat Ritual, Seremonial, Sosial dan Intelektual. Untuk menjalankan kegiatan tersebut Parisada Kepri telah membentuk SK kepanitiaan yang diketuai oleh DR. Drs. I Wayan Catra Yasa, M.M dibantu oleh 4 orang Wakil Ketua. Masing-masing Wakil Ketua membawahi beberapa Seksi. Secara personal tidak kurang dari 134 orang yang masuk dalam kepanitiaan Nyepi kali ini.
Panitia telah mengadakan beberapa kali rapat untuk menyusun rencana kegiatan dan anggaran biaya. Khusus berkaitan dengan biaya, untuk internal panitia telah mengirimkan surat edaran kepada masing-masing klian banjar tentang besarnya iuran wajib nyepi. Untuk external, panitia juga menyebarkan proposal, baik ke instansi pemerintah, relasi atau badan usaha. Untuk warga banjar yang ingin tahu lebih rinci, dipersilakan menghubungi klian banjar masing-masing.
Secara umum kegiatan nyepi terdiri dari ; Melasti yang akan dilaksanakan pada Hari Minggu 3 Maret 2019 pada sore hari jam 17.00. Seperti biasa, melasti ini dilaksanakan ke Dam Sei Ladi, di seberang Pura Agung Amerta Bhuana. Biasanya prosesi iring-iringan menuju dam sei ladi dikawal oleh petugas lalu lintas karena harus melintasi jalan umum.
Pengerupukan, sehari sebelum hari Raya Nyepi, yang biasanya diisi dengan ‘pawai’ ogoh-ogoh akan dilaksanakan hari Rabu 6 Maret 2019, sore hari mulai pukul 16.00 sampai selesai. Pengarakan Ogoh-ogoh akan dilaksanakan disepanjang jalan dari parkiran pura Agung menuju simpang lampu merah UIB dan kembali ke Pura Agung. Pengerjaan Ogoh-ogoh dikerjakan secara gotong royong oleh umat Hindu dan dimotori oleh seniman berbakat, I Ketut Santosa, S.T di kediamannya Ruko Bunga Raya Batam Center. Bentuk ogoh-ogoh yang mengambil tema “PEMURTIAN BEGAWAN LUMANGLANG” yaitu berbentuk laba-laba berkepala manusia.
Pengerupukan biasanya dilakukan setelah upacara Tawur kesanga atau upacara mecaru. Mecaru adalah upacara persembahan kepada Bhuta Kala – roh atau energy negative yang ada di alam agar menjadi harmonis dengan umat manusia. Sedangkan saat Pengerupukan yang biasanya disertai dengan arak-arakan ogoh-ogoh memiliki makna bahwa kita mengusir sifat-sifat atau energy negative yang ada pada diri kita, kemudian membakar sifat-sifat negative tersebut yang diwujudkan secara fisik dengan membakar ogoh-ogoh di akhir upacara. Dengan melaksanakan upacara tersebut diharapkan umat Hindu dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian di Hari Raya Nyepi dengan tenang dan damai.
Di Hari Raya Nyepi, Kamis 7 Maret 2019, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pengekangan diri yang terdiri dari Amati Geni yang secara fisik dilakukan tanpa menyalakan api, baik untuk memasak atau penerangan. Makna sesungguhnya adalah agar umat Hindu memadamkan api kemarahan yang ada pada dirinya.
Yang kedua adalah Amati Karya, yaitu tidak melakukan aktifitas kerja, misalnya aktifitas kerja profesi. Yang ketiga adalah Amati Lelungan, tidak bepergian keluar rumah. Lunga berasal dari bahasa Bali/ Jawa, ‘lunga’ yang artinya pergi. Dan yang ke empat adalah Amati Lelanguan, yang artinya tanpa menikmati hidangan makanan atau minuman. Artinya harus berpuasa. Langu dalam bahasa Bali artinya hidangan.
Ngembak Geni, sehari setelah Hari Raya Nyepi, Jumat 8 maret 2019. Umat Hindu mengakhiri puasanya setelah lewat 24 jam, melaksanakan anjang sana, saling mengunjungi satu sama lain, maaf memaafkan. Pada hari ini biasanya juga umat Hindu mengadakan Open House, untuk menjamu para tamu yang berkunjung.
Dharmashanti, yaitu acara ceremonial perayaan Nyepi sebagai puncak seluruh rangkaian Hari Raya Nyepi, biasanya di hari ini diundang para pejabat atau Kepala daerah, para tokoh masyarakat setempat, tokoh Agama, bahkan tokoh Partai Politik. Acara ini akan dilaksanakan pada Minggu, 24 Maret 2019, tempatnya masih dalam pembahasan.
Selamat Hari Raya Nyepi (igstng)