Home » berita Umat » ‘ORATORIUM’ SUMPAH PALAPA MAHAPATIH GAJAH MADA

‘ORATORIUM’ SUMPAH PALAPA MAHAPATIH GAJAH MADA

 

FESTIVAL DHARMASANTI NYEPI TAHUN BARU SAKA 1935 PARISADA PROV. KEPRI

“Kisah ini dimulai dari Kerajaan Majapahit yang tenteram dan damai dengan masa kejayaan dibawah Prabu Istri Tribuana Tunggadewi dengan sumpah palapa Gajah Mada mempersatukan Bali tatkala kerajaan Bedaulu dibawah titah baginda “Sri Asta Sura Ratna Bumi Banten” dengan Mahapatih Ki Pasung Gerigis.

 

Niat luhur Gajah Mada menyatukan Nusantara, Jagat Dewata dalam untaian Manik Manikam Nusantara, disambut  hangat oleh seluruh rakyat dengan tanpa merubah tatanan dimana Yadnya selalu ada bhakti kehadapan Hyang Widhi  Wasa. Kehidupan seni budaya dan tempat suci Pura berdiri megah menghiasi tatanan kehidupan.”

Demikian bait awal narasi pergelaran persada nusantara di Grand Ballroom Hotel harmoni one Batam pada puncak acara malam festival dharmasanti nyepi saka 1935. Pergelaran spektakuler yang digarap apik oleh sutradara Ni Made Artini, S.ST bersama penata tari Anak Agung Adhi, S.Sn. Decak kagum penonton yang hadir malam itu menyaksikan pergelaran drama tari yang berdurasi sekitar 1 jam. Diawali dengan tampilnya anak-anak yang menceritakan Gajah Mada sewaktu kecil, dengan  tarian yang mencerminkan suasana pertanian di desa yang makmur.

Adegan demi adegan silih berganti seakan pandangan penonton tidak pernah berpaling dari panggung pementasan yang cukup megah, tak terkecuali Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani yang hadir malam itu didampingi istrinya Ny. Aisah Sani. Setiap adegan yang ditampilkan cukup memukau penonton.

Hadir juga wakil Gubernur Kepulauan Riau Prof. Dr. HM. Suryo Respationo, SH, MH selaku Ketua Dewan Penasehat Forum Kerukunan Umat Beragama provinsi kepulauan Riau. Dalam sambutan yang dibacanya, Suro Respationo menghimbau agar segenap warga Hindu di kepulauan Riau agar senantiasa turut menjaga kerukunan beragama di kepulauan riau ini.

Prof. Dr. Imade Titib, Ph.D, Rektor IHDN Denpasar yang sengaja diundang malam itu oleh panitia untuk memberikan siraman rohani tentang makna hari raya nyepi dan makna dharmasanti. Di akhir dharmawacananya beliau menitipkan umat Hindu yang ada di kepulauan Riau kepada Pemerintah daerah agar mendapat perhatian yang layak, sebaliknya agar Gubernur tidak segan-segan menjewer jika ada umat Hindu yang berkelakuan tidak baik.

Ketua Parisada Provinsi Kepulauan Riau, I Nyoman Winata dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya atas dukungan pemerintah, baik tingkat Kota maupun Provinsi atas bantuan yang telah diberikan kepada umat Hindu selama ini, sehingga umat Hindu dapat menjalankan ibadahnya dengan baik. Disamping itu Nyoman Winata juga mengajak segenap umat Hindu agar sennatiasa turut memberikan andil dalam membangun Kepri yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk mencari penghidupan di wilayah Kepulauan Riau.

Ketua panitia penyelenggara Drs. I Wayan Catrayasa menyampaikan laporan kegiatan dalam rangkaian perayaan hari raya nyepi tahun baru saka 1935. Beberapa lomba telah dilaksanakan dengan baik seperti lomba dharmawacana antar banjar, lomba mewarnai untuk anak-anak PAUD, Lomba Kidung, lomba Palawakya yang semua hadiah untuk para pemenangnya telah dibagikan pada saat persembahyangan Galungan. Disamping itu telah dilaksanakan juga acara donor darah yang bertempat di kawasan Pura Agung, Bhakti social ke Panti Asuhan dan untuk pertama kalinya dilaksanakan pawai ogoh-ogoh dan tawur agung di lapangan Engku Putri Batam Center. Terima kasih yang sedalam-dalamnya disampaikan kepada semua panitia yang telah bekerja keras demi suksesnya perayaan hari Raya Nyepi hingga pada puncak acara yaitu Dharmasanti.

Acara berakhir menjelang pukul 11 malam setelah pembagian cenderamata kepada para tamu undangan VVIP dan VIP serta photo bersama. Meski sangat melelahkan, namun sukacita terpancar di wajah seluruh umat atas suksesnya acara Dharmasanti.