Home » berita Umat » Pembinaan Guru Pasraman 2019

Pembinaan Guru Pasraman 2019

Photo bersama Narasumber K.S Arsana, duduk paling tengah

Batam, 05 Oktober 2019, bertempat di aula Pasraman jnana Sila Bhakti, Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Guru Pasraman Tahun 2019
Kegiatan ini diikuti oleh 25 (dua puluh lima) orang yang berasal dari Pasraman Jnana Sila Bhakti dan beberapa perwakilan Lembaga dan Banjar.
Hadir pada kesempatan itu Kasubbag tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Batam yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, sebagai Narasumber Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Pusat, ketua Paruman Walaka Parisada Kepulauan Riau, Ketua Parisada Kota Batam, salah satu moderator Ketua Pasraman Jnana Sila Bhakti, dan beberapa peserta undangan yaitu Ketua BPH kepri, Ketua UKHB dan Guru Pasraman Jnana Sila Bhakti
Adapun tema dari kegiatan ini adalah ‘melalui Pembinaan Guru Pasraman 2019 kita Wujudkan SDM Unggul Indonesia Maju’. Tema ini sangat berkaitan dengan Program Prioritas Pemerintah untuk memajukan SDM di Indonesia.
Dalam sambutannya, Magdalena Silfia, S.Mn., M.M mengatakan bahwa pemerintah melalui Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam telah berupaya memperhatikan pendidikan Keagamaan Hindu di Kota Batam. Ke depan Kantor kementerian Agama Kota Batam juga akan berusaha memberikan bantuan kepada Pasraman Jnana Sila Bhakti. Kasubbag tata Usaha juga berpesan agar orang tua dan guru harus mendidik dan mengawasi putra putrinya dalam belajar dan memilih pergaulan jangan sampai putra dan putri kita masuk dalam pergaulan bebas, kenakalan remaja dan narkoba. Guru pasraman juga dihimbau untuk mencegah penyebaran berita hoax di tengah – tengah masyarakat.
Kemudian Eko Prasetyo, selaku Penyelenggara Hindu dalam sambutannya menyatakan bahwa di era 4.0 Guru dan siswa Pasraman mempunyai tantangan yang berat. Di era di millenal guru dituntut untuk membekeli diri dengan ilmu pengetahun dan teknologi. Pendidikan di era sekarang berbeda dengan era dahulu. Siswa harus kita ajak untuk aktif mencari informasi dan pengetahuan dari sekitar kita atau dari buku, internet dan lain. Dalam mengajar, guru harus memilikki perangkat pembelajaran seperti kurikulum dan silabus. Guru harus mempunyai target dalam mengajar. Siswa harus diukur keberhasilan belajarnya.
Acara dilanjutkan paparan narasumber, Penyelenggara Hindu dengan materi Membentuk Karakter Siswa. Kemudian dilanjutkan dengan paparan materi dari DR. DRS. I wayan Catra Yasa, M.M dengan materi Manajemen Pengelolaan Pasraman. Pasraman harus menerapkan manajemen pasrmana modern. Modernisasi beragama dan penguatan karakter, sikap spiritual siswa harus mendapat perhatian.
Kemudia pada hari Sabtu acara dilanjutkan dengan diawali paparan materi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, H. Zulkarnain. Dalam paparannya Zulkarnain menegaskan bahwa Guru Agama di Pasraman harus menjadi pelopor agen perubahan pendidikan di pasraman, guru harus menjadi contoh yang baik bagi siswa pasraman. Guru juga harus menebarkan semangat kebersamaan dan kerukunan bagi umat Hindu dan juga umat Bergama adi Kota Batam.
Selanjutnya adalah paparan narasumber dari pakar psikologi, Dr. H. Aminudin Hadi, S.Pd, SE., M.M. Aminudin Hadi membawakan sebuuah topik yaitu Sistem Pendidikan di Era milleneal. Guru harus mampu menyelami jiwa siswa, karakter dan bakatnya. Anak yang satu belum tentu sama karakternya dengan yang lainnya. Setelah besar nanti, siswa yang kita didik akan bekerja pada sektor yang berbeda, mungkin ada yang jadi dokter, TNI/POLRI, ASN, Pengusaha, petani, guru dan lain sebagainya. Jadi jangan disamakan semua anak.
Selanjutnya adalah paparan narasumber dari Pembimmas Hindu Kanwil Kementerian agama Provinsi Kepulan Riau, ketut Suardta dengan materi Pura sebagai laboratorium acara bagi siswa pasraman. Di masa depan pura akan dikelola dengan manajemen yang modern. Pura selain sebagai tempat memuja Tuhan juga dapat difungsikan untuk pusat pendidikan pasraman, pura juga berfungsi sebagai pusat pengembangan seni dan budaya, dan pura juga berfungsi sebagai pengembangan pemberdayaan potensi umat Hindu.
Kemudian I Made Karmawan, S.Ag selaku Guru Agama Hindu dalam paparannya yaitu sosialisasi dan pendalaman Kurikulum 2013. Guru harus memilikki perangkat pembelajaran yaitu kurikulum, silabus dan sebagainya.
Terakhir adalah Paparan dari Ketut Suratha Arsana, S.Psi selaku Ketua Umum Prajaniti Hindu Indonesia dengan materi Quantum Learning, Belajar dengan quantum learning dengan mudah dan menyenangkan. Guru harus memperhatikan pendidikan otak kanan dan otak kiri agar tidak monoton. Ketut juga mengajak agar siswa pasraman diperkenalkan dengan meditasi dan pelaksanaan Agni Hotra agar gelombang – gelombang suci alam semesta dapat terserap oleh siswa, sehingga ada peninggkatan kualitas diri dan spiritual siswa sehingga akan ada perubahan sikap dan karakuter spiritual siswa Pasrman. Beliau mencontohkan dengan video hasil penelitian bahwa jika air yang kita doakan maka energy positif akan mempengaruhi susunan Kristal dalam air, menjadi teratur. Demikian juga dengan pikiran, jika kita biasakan berpikir positif maka akan bermanfaat bagi tubuh kita, maka dari itu, meditasi adalah solusi yang bisa kita gunakan.
Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Peserta berharapa agar kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan setiap tahun dengan pola dan kemasan yang berbeda. Peserta juga diberikan free test dan post test dan kuisioner kegiiatan ini sebgai acuan dan masukkan bagi kegiatan sejenisnya di masa yang akan datang.
Acara yang direncanakan berakhir pukul 17.30 ini ternyata molor sampai jam 8 malam karena bagian akhir aara diisi dengan meted pembelajaran game dan komunikasi yang sangat menarik. Tak kalah seru perdebatan menjadi sangat menarik dan seru ketika masing-masing kelompok menjelaskan tentang Mind Mapping.
Kegiatan ditutup secara resmi oleh Penyelenggara Bimas Hindu. (eko2020/ editor Igusti)