Home » berita Umat » PIODALAN DIMASA PANDEMI

PIODALAN DIMASA PANDEMI

Menjelah Sembahyang bersama

Sabtu 31 Oktober 2020, Purnama kelima merupakan piodalan Pura Agung Amerta bhuana Batam yang ke 11. Tidak seperti biasanya umat Hindu sangat sibuk dibuatnya. Biasanya satu bulan sebelum hari piodalan persiapan sudah dilakukan. Baik sarana Upakara maupun yang berkenan muput upacara. Bahkan tari tarianpun dipersiapkan sedini mungkin baik itu tarian untuk mengiringi upacara piodalan maupun tarian hiburan. Biasanya rangkaian acara puncak piodalan dimulai sejak sore hari hingga tengah malam yaitu acara nyineb piodalan.
Kali ini pemandangan yang sangat jauh berbeda. Piodalan dilaksanakan dengan sangat sederhana. Hal ini berkaitan dengan kondisi saat ini wabah pandemic covid-19. Dilarang melaksanakan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak umat. Jika tidak bisa dihindari, sedapat mungkin harus mengikuti protocol kesehatan secara ketat. Ukur suhu, cuci tangan, pakai masker dan tidak bergerombol.
Sejak sore hari cuaca Batam sedikit tidak bersahabat. Hujan deras sehingga beberapa ruas jalan masih tergenang air cukup dalam.
Umat yang hadir sekitar sepertiga dari umat yang ada di batam. Bisa diperkirakan dari luasnya pelataran mandala utama yang diisi umat.
Sembari kedua Jero Mangku yaitu Jero Mangku Putu Satria yasa dan Jero Mangku Nyoman Wiarta dari Bintan ngaturang eteh eteh upakara dan ngantebang banten, acara diisi oleh tetabuhan anak-anak yang selama ini rutin dilatih.
Dharmawacana diisi oleh ketua Parisada Provinsi Kepri, DR, Drs, I Wayan Catrayasa, MM. Flashback tentang sejarah berdirinya Pura Agung Amerta Bhuana, dari proses buka lahan sampai renovasi-renovasi yang berlangsung sampai saat ini. Tahapan-tahapan pembangunan dikoordinir oleh Panitia Pembangunan dan akhirnya setelah dibentuk Badan Otorita Pura di tahun 2009 maka semua pengelolaan Pura Agung dibawah tanggung jawab Badan Otorita Pura ini yang disingkat dengan BOP.
Suka duka pun telah banyak dilalui sepanjang sejarah berdirinya Pura Agung ini. Tentunya Wayan Catrayasa berharap semoga umat tetap bersatu padu dan menjaga kerukunan satu sama lainnya dalam melaksanakan kegiatan keagamaan.
Upacara Piodalan yang sangat sederhana ini berakhir pukul 10 malam, tanpa ada tarian kesenian baik sacral maupun yang sifatnya hiburan seperti halnya tahun tahun sebelumnya. (igstng)