Home » berita Umat » RAPAT PEMBANGUNAN PURA

RAPAT PEMBANGUNAN PURA

Rapat – jaga jarak

Bertempat di Bale Paselang Pura AGung Amerta Bhuana, pada Minggu 15 Nopember 2020 diadakan rapat pembangunan yang dihadiri oleh para pengurus Lembaga Keagamaan baik tingkat provinsi maupun kota Batam, Direktur Pasraman, Peradah dan para Klian Banjar yang ada di Batam.
Rapat dimulai pukul 13.00 dipimpin oleh ketua Badan Otorita Pura Agung Amerta Bhuana, Gusti Ngurah Brunayasa. Sebelumnya sebagian besar pesera rapat bersama-sama gotong royong pada pagi hingga siang hari memindahkan batu puing padmasana.
Berikut adalah copy paste notulen rapat, tanpa penambahan maupun pengurangan. Admin tetap mencantumkan angka nominal agar menjadi informasi kepada segenap umat penyungsung Pura Agung.
1. Bidang Pembangunan
Review dari pelaksanaan Program Kerja Tahun 2020, antara lain :
a. Perbaikan Padmasana
Perbaikan Padmasana yang sebelumnya direncanakan :
– Perbaikan pada bagian bangunan Naga dan Bedawangnala yang retak
– Penambahan tinggi trap disekeliling Padmasana dibagian atas karena terjadi insiden jatuhnya kepada Naga Taksaka, maka pekerjaan renovasi diambil alih dan dilanjutkan oleh Panitia Khusus Renovasi Padmasana Pura Agung Amerta Bhuana dengan alasan membutuhkan biaya yang cukup besar serta tim tehnik yang memadai dan mengerti tatanan bangunan suci.
b. Pembongkaran Bale Pegat Bale pegat yang kondisinya sudah keropos diputuskan untuk dibongkar, sudah dikerjakan dan selesai 100%
c. Parit Pebuatan parit untuk menghindari genangan air di area Mandala Utama sudah dikerjakan dan selesai 100%
d. Renovasi Bale Paselang Pekerjaan finishing tahap-I hampir selesai 95%, tinggal melanjutkan penyelesaian pemasangan batu sikat yang dikerjakan oleh Pak Nyoman Sulasta. Total biaya yang sudah dikeluarkan sebesar ± Rp. 65.000.000,-
e. Instalasi Listrik Instalasi listrik yang ada di area Pura Agung kondisinya kurang layak karena umur instalasinya sudah lama sehingga perlu segera dilakukan instalasi ulang, instalasi ulang akan dilakukan pada bulan November 2020 walaupun tidak termasuk dalam Program Kerja Tahaun 2020. Upah kerja disepakati sebesar Rp. 5.000.000,- diluar pengadaan material. Catatan: Seluruh pekerjaan pembangunan akan dibuatkan laporannya oleh Pak Ngurah Sudiana.
2. Bidang Operasional
a. Tunggakan pembayaran iuran listrik dan air dari Sri Lalitha sebesar Rp. 55.800.000,- telah disepakati dibayarkan secara angsur sebesar Rp. 1.550.000,-/bulan, dibayarkan setiap bulan bersamaan dengan pembayaran iuran pada bulan berjalan dan sudah mulai dibayarkan sejak bulan Oktober 2020 sampai lunas.
b. Penyediaan Buku Tamu untuk Tamu yang berkunjung ke Pura Agung Amerta Bhuana
c. Membuat papan informasi mengenai peraturan/tata tertib memasuki area Suci Pura Agung Amerta Bhuana termasuk didalamnya peraturan protokol kesehatan dalam kondisi pandemi Covid-19.
d. Pengadaan alat semprot Roundup untuk penyemprotan rumput liar.
e. Pemasangan rak sepatu & sandal menuju area masuk Mandala Utama. Rak sepatu punia dari Ibu Anak Agung Ketut Adi.
f. Membuat matrix pekerjaan dari Pak Nyoman Sulasta dalam hal pembersihan pura.
3. Bidang Keuangan
a. Untuk pembiayaan pekerjaan di Pura Agung Amerta Bhuana telah disepakati, sebagai berikut :
– Nilai pekerjaan ≤ Rp. 5.000.000,- tidak perlu dibuatkan SPK dan bisa diputuskan oleh BOP
– Nilai perkerjaan > Rp. 5.000.000,- ≤ Rp.25.000.000,- wajib dibuatkan SPK dan untuk persetujuaan hanya ditingkat BOP.
– Nilai perkerjaan > Rp.25.000.000 wajib dibuatkan SPK dan harus mendapatkan persetujuan dari DPU dan Lembaga yang terkait.
b. Perlu diketahui bersama untuk penambahan pekerja harian di Pura Agung Amerta Bhuana baik itu yang berasal dari luar maupun dalam harus mendapatkan persetujuan dari BOP selaku pengelola Pura.
3. Lain – lain
a. Upacara Guru Piduka dan Mecaru Harus dilaksanakan Upacara Guru Piduka dan Mecaru di Pura Agung Amerta Bhuana atas peristiwa yang terjadi pada malam tanggal 31 Oktober 2020 di area Pura Agung Amerta Bhuana, dan disepakati Upacara tersebut dilaksanakan pada malam Purnama, Senin 30 November 2020.
b. Gotong Royong Rutin
– Kegiatan gotong royong untuk pembersihan puing-puing di area Mandala Utama dilaksanakan 2 minggu sekali, yaitu dihari minggu pertama dan ketiga setiap bulannya.
– Kelian Banjar diharapkan peranannya untuk menghimbau dan mengajak anggota banjarnya agar pada setiap pelaksanaan gotong royong bisa menghadirkan minimal 50% dari jumlah anggota yang terdaftar dimasing-masing banjar.
– Kegiatan Goro selanjutnya akan dibuatkan perencanaan dan pembagian kerja agar goro yang dilakukan lebih efektif, (PIC : Pak Ngr. Sudiana)
c. Pembangunan fondasi Bale Panjang Pada rapat telah disetujui membuat fondasi Bale Panjang yang letaknya disebelah barat sejajar dengan Bale Paselang, ukurannya juga sama dengan Bale Paselang.
Pembuatan fondasi Bale Panjang dilakukan atas pertimbangan:
– Pemanfaatan material batu geranit dan puing-puing bongkaran bangunan Padmasana, jika diperbolehkan menurut ketentuan membangun bangunan suci Pura
– Mengenai boleh atau tidaknya menggunakan batu dan puing bongkaran dari bangunan Padmasana untuk pembuatan fondasi Bale Panjang, Ketua BOP akan berkonsultasi/nunas saran ke Ida Pedande Gede Nyoman Putra Talikup
– Biayanya relatif tidak terlalu besar, karena pekerjaannya akan melibatkan peranserta umat dengan bergotong royong, biayanya diperkirakan ± Rp. 15.000.000,- jumlah tersebut untuk pembelian material tambahan dan ongkos tukang untuk pekerjaan yang harus ditangani oleh tukang, seperti: pembesian.
– RAB segera dibuatkan oleh Pak Ngurah Sudiana
– Pelaksanaan pekerjaan akan dimulai dalam waktu dekat, usai dilakukan Upacara Matur Piuning pada Dewasa yang baik. Demikian yang dapat disampaikan untuk dapat diketahui bersama.
Om Shanti Shanti Shanti Om
Notulis,