Home » berita Foto » Tirtayatra Mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi S-3 Universitas Udayana

Tirtayatra Mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi S-3 Universitas Udayana

tirtayatra3

Pada hari Selasa, 20 September 2016 Rombongan Mahasiswa program Doctoral (S-3) Universitas Udayana, Bali yang tergabung dalam Ikatan Doktor Ekonomi Udayana (IDEYANA) melaksanakan Tirtayatra ke Pura Agung Amerta Bhuana Batam. Rombongan yang berjumlah 25 orang ini dipimpin oleh Prof. DR. Made Kembar Sri Budi, SE, MP. Sebelum ke Pura Agung Amertha Bhuana, rombongan mengadakan seminar di Universitas Internasional Batam (UIB) dan Universitas Putera Batam. Acara tirtha yatra ini dihadiri oleh Ketua Paruman Walaka Parisada Prov. Kepulauan Riau, Drs. I Wayan Catra Yasa, MM, Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Eko Prasetyo, S.Ag. Hadir juga Sekretaris Parisada Kota Batam, Made Karmawan, S.Ag, Ketua BOP Agung Amertha Bhuana Kota Batam I Gusti Ngurah Brunayasa, Ketua WHDI Kota Batam Anak Agung Ketut Adi dan beberapa umat Hindu Kota Batam. Acara diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Jro Mangku Agung Arif Suryanatha.
Dalam sambutannya Wayan Catra Yasa menjelaskan sejarah Pura Agung Amerta Bhuana. Pura Agung Amerta Bhuana yang terletak di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, merupakan salah satu tempat ibadah yang menjadi salah satu ikon Kota Batam. Melalui proses pendirian yang cukup sulit, Pura Agung Amerta Bhuana berhasil didirikan oleh sejumlah inisiator dari tokoh Hindu yang bekerja di Batam. Pura Agung Amerta Bhuana merupakan padma buana bagian barat laut Indonesia, yang sudah di-bisama-kan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat. Awalnya tempat ini adalah sebuah hutan belantara yang luasnya lebih dari dua hektar. Karena masih berupa perbukitan, para perintis pura saat itu sempat kesulitan menentukan titik letak lokasi Padmasana pura.
Pada tgl 18 Maret 2000 meditasi bersama yang dipimpin mendiang Ida Pedanda Gede Oka Kemenuh, akhirnya membuahkan hasil dan menemukan titik letak Padmasana yang akan dibangun. Lima bulan setelah itu tepatnya pada tgl 4 Juni 2000, para inisiator melakukan peletakan batu pertama yang disaksikan langsung oleh Dirjen Bimas Hindu dan Budha saat itu yaitu Bp Wayan Suarjaya, dan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka Kemenuh. Tahun 2003 akhirnya Pura Agung di-pelaspas alit agar bisa digunakan sebagai tempat sembahyang. Tahun 2004 tepatnya tgl 16 Juni, Pura Agung Amerta Buana diresmikan di Kota Batam oleh Menteri Agama pada saat itu yaitu Bp.Prof. Dr. H. Agil Said Husin Al Munawar, MA dihadiri oleh umat Hindu di Batam, tokoh masyarakat, tokoh agama, Muspida, Pejabat di lingkungan Otorita Batam, pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Ketua Otorita Batam, Walikota Batam, Ka Kanwil Departemen agama Propinsi Tk. I Riau dan Dirjen Bimas Hindu Budha Departemen agama RI. Upacara ngenteg linggih baru bisa dilaksanakan pada tgl 2 November 2009 dipuput oleh Ida Pedanda Istri Mayun dari Jakarta.

Pura Agung Amerta Buana Batam, memiliki satu palinggih yang cukup tinggi dan besar yaitu setinggi 21,7 meter. Penentuan tinggi pura juga menyimpan filosofi yang didapat dari Brahma Anariaka Upanisad. Di palinggih utama pura ini juga terdapat tiga naga yang melambangkan Naga Ananta Boga, Naga Basuki dan Naga Taksaka. Piodalan di Pura Agung Amerta Bhuana dirayakan setahun sekali tepatnya pada “Purnama kelima”. Pura Agung Amerta Buana dikelola oleh (BOP) Badan Otorita Pura yang saat ini diketuai oleh Bp. Gusti Ngurah Brunayasa yang juga merupakan salah satu tokoh agama di kota batam. Upacara-upacara rutin di pura ini biasanya dipuput oleh Pinandita. Beliau adalah Bp Mangku Putu Satriayasa dan Bp Mangku A.A. Arif Suryanatha. Dan untuk piodalan biasanya dipuput oleh Ida Pedanda.
Pura Agung Amerta Bhuana ini juga difungsikan sebagai The Hindu Center kota Batam dimana di areal pura dengan luas sekitar 2 hektar ini dibangun gedung Pasraman Jnana Sila Bhakti Batam untuk pendidikan formal agama hindu bagi anak-anak usia sekolah atau biasa disebut dengan Sekolah Minggu yang dilaksanakan pada hari Minggu dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang.
Pada kesempatan berikutnya ketua rombongan IDEYANA yang dalam hal ini adalah Prof. DR. Made Kembar Sri Budi, SE, MP menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada umat Hindu di Kota Batam. Tidak lupa beliau menyampaikan pesan bahwa Universitas Udayana membuka kesempatan bagi warga Batam untuk menempuh pendidikan di Universitas Udayana. Semua warga negara berhak mendapat kesempatan untuk belajar di Universitas Udayana. Tahun ini banyak mahasiswa dari luar negeri seperti Malaysia menempuh pendidikan S1 Fkultas Kedokteran di Unud.
Batam, September 2016
Penulis

Eko Prasetyo, S.AG
Penyelenggara Bimas Hindu Kota Batam